Oleh: bloksaya | Desember 7, 2008

STAN, Sekolah Tinggi Amat Natural

Tulisan ini dibuat dalam rangka memenuhi kriteria penilaian “blog competition”yang diselenggarakan oleh Depkominfo BEM STAN.

Isi di luar tanggung jawab WordPress selaku penyedia layanan

Isu pemanasan global yang “memanas” beberapa tahun terakhir ini tampaknya membuat berbagai pihak “gerah”. Mulai dari kalangan intelektual hingga kalangan pebisnis, dari yang hanya sekedar beropini hingga nyata-nyata beraksi. Mereka yang menyadari betapa intensnya isu ini mulai menerapkan kebijakan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Namun, pihak-pihak yang memiliki kepentingan di lain sisi justru mengaburkan isu tersebut, bahkan sebagian meracau dengan berpendapat bahwa pemanasan global hanyalah isapan jempol belaka atau sekedar mitos.

Dengan berbagai konsekuensi yang harus ditanggung manusia akibat perbuatan tangan mereka sendiri tersebut, STAN yang (tampaknya) termasuk ke dalam golongan “sadar lingkungan” belum lama ini menerapkan kebijakan penghijauan di lingkungan kampus. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan global yang mulai mengglobal, atau setidaknya mengurangi apa yang saya sebut sebagai temperatur-tak -logis Jakarta dan sekitarnya, meskipun banyak selentingan terdengar bahwa program ini tak lebih dari sekedar “acara pelengkap” dalam rangka kedatangan Menteri Keuangan ke kampus kami tersebut.

Terlepas dari apa sebenarnya motif yang dilakukan pihak lembaga dalam menetapkan kebijakan tersebut, sebenarnya STAN (secara harfiah) memang benar-benar alami. Ada beberapa hal yang menyebabkan penulis berani mengungkapkan hal tersebut, dan mungkin sebagian (besar) sudah tidak asing bagi para mahasiswa STAN lainnya.

Hal utama yang menjadi pertimbangan penulis menganggap STAN begitu natural adalah keberadaan pohon-pohon beringin di sekitar area parkir motor dan mobil. Pohon-pohon itu tampaknya sudah begitu tua, dapat dilihat dari lebarnya batang utama pohon. Tidak jelas apakah pohon-pohon itu ditanam di sana setelah STAN pindah ke Bintaro, atau mungkin pohon-pohon itu sudah ada di sana jauh sebelum STAN ada. Yang jelas, pohon-pohon itu memberikan “napas” bagi gedung-gedung tua berlumut di kampus STAN. Pohon-pohon itu seperti memberi semangat bagi para mahasiswa, tentang betapa perjuangan yang tanpa kenal lelah pada akhirnya akan selalu memberi manfaat, meskipun tanpa buah, toh pohon-pohon itu tetap meneduhkan dan menyegarkan (pengalaman pribadi penulis, terutama jika harus menghadiri kelas Pengantar Perpajakan yang dimulai pukul 6.30 pagi).

Selain itu, ada “fitur-fitur” unik yang ada di STAN yang jarang bisa ditemui di tempat lain. Sebut saja empang yang biasa digunakan para mahasiswa untuk ikut merasakan kebahagiaan (atau lebih tepatnya menyiksa) mahasiswa lain yang sedang berulang tahun, tentunya dengan konsekuansi DO.

“Fitur-fitur” unik lain yang ada di STAN (dan tampaknya mulai diidentikkan dengan kampus tercinta kani tersebut) adalah keberadaan kambing-kambing yang berkeliaran tanpa kenal takut pada manusia, terutama pada bulan-bulan Dzulhijjah seperti saat ini, yang tentunya semakin menambah kesan natural di kampus kami.

Selain itu, ada sebuah kompleks pemakaman mini di salah satu sisi jalan masuk STAN dari gerbang Ceger. Natural dan horor, lengkaplah sudah kriteria alami STAN.

Selain kealamian yang terjaga di STAN, tampaknya kampus ini juga sangat kuat dalam memegang tradisi. Sebut saja tradisi DO yang acapkali menjadi dendang menakutkan di telinga mahasiswa. Juga batalnya penggunaan fasilitas Wi-Fi di kampus kami (yang menurut kabar burung kini sedang diusahakan pengadaannya kembali)

Demikian sekilas gambaran mengenai betapa alaminya kampus kami.

STAN, Sekolah Tinggi Amat Natural…


Responses

  1. […] saya membaca dua buah judul tulisan yang tidak lain adalah tulisan saya(klik di sini dan di sini), namun dengan nama pemenang yang hampir bisa saya pastikan bukan nama […]

  2. Dah Masuk STAPALA belum?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: