Oleh: bloksaya | Februari 11, 2009

Jangan sholat di Asysyuhada!!!

Kenapa?

Ada kuburannya!!!

Anda sebagai mahasiswa STAN mungkin sudah tidak asing dengan masjid asysyuhada, sebuah masjid cukup besar dengan kubah hijau yang begitu mencolok yang tampaknya menjadi pusat peribadatan umat muslim di segenap jalan Ceger Raya. Kegiatan jamaah masjid ini tidak lepas dari berbagai tradisi bid’ah (sejak Januari lalu, mereka tampaknya sudah merencanakan dengan sangat matang acara maulid. Mudah-mudahan tidak mengganggu waktu tidur saya) dan tradisi-tradisi parah lainnya (sudah baca tulisan saya yang lalu tentang “kemenyan”? Jika belum, baca di sini).

Namun, sebuah fakta yang hingga kini masih membuat saya syok adalah adanya kuburan di masjid itu, tetap di depan mihrab! Saya dan teman-teman baru mengatahui hal ini beberapa hari lalu (semoga Alloh mengampuni kami atas kelalaian kami selama lebih kurang empat bulan ini) dan sesegera mungkin kami pindah sholat ke Masjid Baitul Maal (yang notabene lebih baik dari asysyuhada meskipun dikuasai IM).

Entah apa yang ada dalam benak mereka hingga mereka berani-beraninya memakamkan kuburan di masjid tersebut.

Dan sesungguhnya orang-orang sebelum kalian, mereka dahulu menjadikan kuburan para Nabi sebagai masjid-masjid, maka ketahuilah janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang dari perbuatan seperti itu”. (HR. Muslim)

Mungkin mereka ingin memuliakan orang yang telah meninggal tersebut karena jasa-jasanya di masa hidupnya. Mungkin hal itu mereka lakukan karena kesholihan orang tersebut, sehingga nantinya mereka beranggapan bahwa dengan menguburkan orang sholih tersebut di masjid dapat menjadi teladan bagi mereka yang masih hidup. Mungkin juga karena alasan-alasan yang lain. Padahal, Rasululloh dengan tegas telah melarang hal ini, misalnya pada hadits di atas. Mereka beranggapan bahwa niat “baik” mereka pada akhirnya akan membawa kebaikan pula bagi mereka.

Berapa banyaknya orang yang menginginkan kebaikan namun tidak dapat menggapainya?

Syaikh Bin Baz-semoga Alloh merahmatinya-berpendapat bahwa sholat di masjid yang ada kuburannya adalah haram. Kecuali jika kuburan tersebut terletak di arah kiblat masjid, maka hukum sholat di masjid tersebut adalah tidak sah. Syaikh al-Basyam bahkan berpendapat bahwa sholat di masjid yang ada kuburannya hukumnya adalah tidak sah, di mana pun letak kuburan tersebut.

Sebagian dari kita masih ada yang diliputi syubhat. Mereka mengatakan, “Kan ada pembatas (tembok)nya?” Maka jawaban dari syubhat ini, adalah bahwa tembok itu tidaklah mencukupi untuk memisahkan antara masjid dan kuburan, kecuali jika ada pembatas lain selain tembok masjid itu sendiri, misalnya pagar. Jadi, tidak diperbolehkan juga sholat di masjid yang ada kuburan di halamannya yang masih dalam satu pagar dengan masjid.

Sebagian lagi berkata, “Loh, di masjid nabawi aja ada kuburan Rasululloh?!”. Ketahuilah, mulanya, masjid nabawi dan makam Rasululloh SAW tidaklah menyatu. Makam RAsululloh SAW baru menjadi bagian masjid nabawi ketika adanya perluasan masjid tersebut bertahun-tahun setelah beliau wafat. Selain itu, makam Rasululloh SAW yang telah menjadi bagian masjid nabawi itu pun kini dikelilingi oleh tiga lapis tembok berbentuk segitiga sehingga orang-orang tidak sholat menghadap makam beliau.

Maka, jelaslah sudah ketidakbolehan sholat di masjid yang ada kuburannya. Karenanya, saya ingin memperingatkan Anda sekali lagi untuk tidak sholat di asysyuhada atau masjid-masjid lain yang Anda ketahui ada kuburannya.

Wallahul muwaffiq

Wallahu a’lam bisshowab


Responses

  1. Saya berpendapat sendiri. Dalam beribadah sebaiknya menyembah Allah, bukan menyembah atau mengagungkan perhiasan dunia, harta benda, pangkat, jabatan atau pun KUBURAN! Karena Jelas Musyrik! Jahanam tempatnya!!. Dengan Niat Menghadap Allah semata, apa salahnya sholat di depan dapur, kuburan atau di depan WC! Allah maha tahu Keikhlasan ibadah kita. Kita harus yakin benar terhadap Qur’an. Muhammad berprilaku dan berkata-kata tidak lain Isi Qur’an (UUD aturan Allah), hadist adalah aturan tambahan yang menjelaskan Isi Qu’an dan tak mungkin hadist bertentangan dg Isi Qur’an. Hati-hati juga, terhadap hadist buatan Bani Israil (Yahudi) atau orang kafir yang akan memecah belah islam. Siapa yg yakin bahwa itu HR. Muslim? Mana bukti otentiknya? dan Hadist itu dibuat 200 tahun setelah Nabi Wafat. Apakah tidak mungkin terjadi pergeseran kata-kata sesuai kepentingan penyampai KATA NYA ITU. Oleh karena itu, pelajari Isi Qur’an dulu yang dalam, baru penjelasannya cocokkan dg Hadist Shahih, jangan-jangan ada hadist yang bertentangan dg Isi Qur’an, kalau bertentangan artinya Hadist itu BUATAN ORANG YAHUDI!! Waspadalah UMAT ISLAM, PELAJARI ISI QUR’an YANG DALAM, SELANJUTNYA pelajari Hadist Shahih, terakhir baca Kitab. Kalau kembali kepada Makna Isi Qur’an UMAT ISLAM TAK AKAN BERPECAH BELAH GARA_GARA KUBURAN!!!

    Wasalam
    Rachmat Sahputra

  2. ooo, kalo masih satu pager juga gak boleh to?
    kirain cuma kalo kuburan didalem mesjid aja gak bolehnya.

    ditempatku juga ada (meskipun belum pernah kesana). Deket kosannya mas ari. Makanya kita kalo sholat mendingan ke mushola (masjid-kecil) walaupun jama’ahnya dikit.

    komentar diatasku kayaknya termasuk mereka yang berpendapat “yang penting niat”, “saya berpendapat”, dll. Mas pemilik blog tolong diurusi komentar diatasku.

  3. kos saya dulu tepat di sebelah utara assyuhada..

  4. hayahaya….
    tu kuburan isinya jenglot

  5. @pram’s
    bukan jenglot kok
    manusia
    bapaknya bapak kos saya🙂

  6. wah,,
    untungnya aku ga pernah ke sana😛

  7. wow…baru tau saya di sana ada kuburannya…
    tapi bukan berada bener2 di dalam masjid kan…
    kalo bukan di dalam masjid bener2 alias masih di luar ruangan masjid itu jg masih masalah khilafiyah..

  8. @qodri
    emang gimana definisi “bener2 di dalam masjid”?
    Kuburannya ada di sebelah barat (arah kiblat).
    coba deh kamu ke gang di sebelah barat asysyuhada. nti kamu bisa liat ada pintu nggak lazim. di situ kuburannya.
    masalah apakah bnr2 d dlm atau g yg mnurutmu khilaf, saya malah nggak tw. kl pun emg khilaf, pndpt yg rojih(kuat) insyaalloh pndapat yg mnybutkan bhwa harus da batas lain selain tembok msjid tu sendiri ke kuburan, ex: pagar. kalaupun emg ada khilaf, tntu menghindari akan lebih baik. masa kita mw nekad solat di sana dgn alasan masih khilaf, pdhl kalaupun khilaf brarti da kemungkinan bhwa solat kita nggak sah? tu terlalu riskan.
    “Menghindari madhorot lebih utama dari mencari manfaat”
    wallohu a’lam

  9. […] Sebagian besar ucapan selamat karena juara tiga blog competition. Namun, tetap saja topik tentang asysyuhada menjadi yang paling banyak diminati. Hal ini sebenarnya patut disyukuri karena menunjukkan bahwa […]

  10. Assalamu’alaikum..

    Saya mo sharing, apa benar orang naik haji itu juga pada sholat di makam Rosulullah Muhammad?
    Apa benar para wali kita terdahulu ada yg makamnya di dalam mesjid?
    Apa benar keshaihan hadist yang digunakan tsb, mohon jelaskan sanad dan matannya…

    Terima kasih atas perhatiannya.
    Salam,
    Burhan

  11. @burhan
    begini mas,

    masalah orang naik haji yang sholat di makam Rosululloh (mungkin maksud Anda masjid nabawi) telah saya jelaskan di post ini. Silakan baca kembali dengan lebih teliti dan niat yang lurus.

    tentang para wali yang dimakamkan di masjid, ada banyak. Misalnya orang-orang sholih yang karena kebodohan pengikutnya justeru memakamkan orang sholih tersebut di masjid. Dan yang perlu kita pahami, yang disebut wali bukanlah para Wali Songo (sebenarnya, mereka berjumlah 12) saja. Wali adalah mereka yang beriman dan taat kepada Alloh. Taat di sini maksudnya melakukan semua yang wajib dan meninggalkan yang harom. Perhatikan bahwa menjadi wali sesungguhnya tidak sesulit yang selama ini kita bayangkan. Menjadi orang ‘alim (berilmu), itu baru sulit.

    Mengenai hadits yg saya gunakan, insyaalloh sanadnya shohih. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim. Muslim memiliki standar yang tinggi dalam meriwayatkan hadits. Saya, karena keterbatasan ilmu yang saya miliki, memang belum mampu untuk mensyarohnya sehingga saya bisa menunjukkan kepada Anda bahwa hadits tersebut benar-benar shohih. Namun, kita selaku orang awwam hendaknya percaya kepada kerja keras beliau (Muslim) dalam meriwayatkan hadits karena memang semua manusia yang berakal lurus telah mengakui bahwa beliau tsiqoh (terpercaya)

    terima kasih atas pertanyaannya

    semoga Alloh memberi kita kemudahan

    wallohu a’lam

  12. […] Masjid Baitul Mal, atau lebih dikenal dengan MBM, adalah masjid utama bagi mahasiswa STAN, terutama mahasiswa di kawasan Ceger, atau mahasiswa di kawasan lain yang menjadi anggota organisasi MBM. MBM (dalam artian organisasi) bisa dibilang adalah rohisnya STAN yang tentunya bernapaskan IM. MBM memiliki perpanjangan tangan di setiap spesialisasi (misalnya, Ukhuwah Mahasiswa Muslim Pajak) dan setiap wilayah (misalnya, Forum Silaturrahim Muslim Ceger alias Fathir. Saya, entah bagaimana caranya, tergabung dalam organisasi itu. Ceritanya panjang, dan sekarang bukan saatnya untuk menceritakan hal tersebut). Namun, kali ini kita akan melihat MBM bukan dari segi organisasi, melainkan dari segi kemasjidannya, tempat saya sholat sehari-hari (sebenarnya, kos saya lebih dekat ke masjid asy-syuhada. Sekali lagi, baca tulisan saya mengenai masjid asy-Syuhada). […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: