Oleh: bloksaya | Juli 11, 2009

Pendaftaran USM STAN: sistem baru, masalah baru

Ada yang sedikit berbeda dalam pendaftaran STAN tahun ini. Yap, sistem e-registrasi. Sistem ini merupakan sistem yang baru diperkenalkan untuk pendaftaran STAN tahun ini. Seperti dapat ditebak dari namanya, sistem ini memungkinkan mereka yang berminat mengikuti Ujian Saringan Masuk (selanjutnya disebut USM) STAN untuk mendaftarkan diri secara elektronik alias melalui internet.

Cara kerjanya sederhana. Mula-mula, calon peserta USM STAN harus membuka situs resmi STAN (stan.ac.id). Dalam situs tersebut disediakan form yang harus diisi, termasuk di dalamnya nomor bukti setor pembayaran. Setelah data selesai diisi dengan lengkap dan benar, form otomatis “terkunci”. Selanjutnya, form tersebut harus dicetak dan disertakan sebagai lampiran saat menyerahkan berkas (ijazah dkk.) ke tempat-tempat yang telah ditentukan pada tanggal yang telah ditentukan pula.

Sistem ini dibuat untuk meningkatkan efisiensi pendaftaran. Seperti bisa kita lihat, dengan sistem ini setiap calon peserta USM akan menyerahkan berkas ke tempat-tempat yang telah ditentukan pada hari yang tidak bersamaan. Jadi, baik pihak pendaftar maupun panitia pendaftaran akan lebih bisa bernafas lega (dalam artian konotatif dan denotatif) karena tidak perlu menghadapi sekian banyak pendaftar yang berjubel pada hari tertentu.

Namun, dalam praktiknya, kondisi ideal yang ingin dicapai kedua belah pihak tersebut ternyata tidak dapat diraih secara sempurna. Banyak masalah yang dihadapi para pendaftar yang melakukan e-registrasi tersebut. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Dengan server yang terbatas, tentu tidak mungkin bisa mengakomodasi semua arus data yang masuk. Tidak heran jika situs STAN menjadi sulit diakses, gagal e-registrasi di tengah jalan, dan sebagainya. Bagi mereka yang telah berhasil melakukan e-registrasi pun terkadang masih harus tersandung penghalang lain, misalnya jika pendaftar kebetulan mendapat “jatah” penyerahan berkas pada tanggal 1 atau 2 Juli (hari dilaksanakannya SNMPTN).

Karena berbagai masalah tersebut, pihak STAN telah membuat beberapa kali
“pelebaran jalan” agar tidak mempersulit pendaftar. Kebijakan terakhir dan yang tampaknya paling bisa menyelesaikan masalah e-registrasi tersebut adalah mengizinkan calon peserta USM STAN yang tidak berhasil melakukan e-registrasi untuk registrasi secara manual bersamaan dengan penyerahan berkas dengan syarat membawa bukti setor pembayaran. Kebijakan ini secara tidak langsung telah mengembalikan sistem pendaftaran menjadi sistem pendaftaran klasik dengan konsekuensi membludaknya pendaftar.

Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, keberanian STAN untuk terlepas dari belenggu tradisi patut kita acungi jempol. Bagaimana tidak, STAN yang notabene dijejali tenaga-tenaga yang sehari-hari bergumul dengan uang harus mengangani masalah berbau informatika yang begitu jauh dari spesialisasi mereka. Tentu saja kita berharap sistem ini bisa lebih dioptimalkan di masa depan agar efisiensi yang diidam-idamkan dapat tercapai.


Responses

  1. Kasian juga temen2 panitia usm stan. Pantes tmn2 stan mundur dr e-training ppakp, berat jg usm kali ini

  2. iya, emang merepotkan kali ini.
    ngerepotin mahasiswa juga, hampir tiap hari ada yng sms nanyain kok daftarnya ribet dsb

  3. udah pake e ya.

  4. meskipun secara teoriudah pake e, pada akhirnya dalam praktiknya manual juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: