Oleh: bloksaya | September 12, 2009

kapan kegilaan ini berakhir?

Alhamdulillah (akhirnya) pulang ke Metro (juga). Hari-hari pertamaku berada di sini memang sedikit terasa hampa, namun kini tidak lagi. Bahkan kini saya akan kembali mengucapkan kalimat kesukaan saya,”Kapan kegilaan ini berakhir?”

Kegilaan ini (kembali) dimulai tadi malam. Selepas sholat tarowih di Alfajar, ada dua pesan di kotak masuk. Setelah saya buka, dua sms itu berisi pesan yang benar-benar identik. Isinya, sebuah berita “baik” tentang tugas perbaikan nilai untuk mata kuliah Pengantar Keuangan Publik (selanjutnya disebut PKP).

Saya sebut berita baik karena artinya akan ada tambahan nilai untuk mata kuliah tersebut. Namun, saya menggunakan tanda kutip untuk kata baik karena ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Sebuah pertanyaan besar muncul di kepala saya. Mengapa PKP butuh perbaikan nilai?

Benar, pertanyaan tersebut mendengung di kepala saya layaknya lebah-lebah yang sedang melakukan tarian komunikasi mereka yang terkenal untuk menunjukkan posisi bunga relatif terhadap matahari dan sarang mereka (kalimat ini menggunakan majas hiperbola). Faktanya, semua jawaban atas pertanyaan dalam UAS PKP yang lalu terdapat di buku pegangan kami (bisa dibilang bahkan satu-satunya mata kuliah yang memiliki jawaban secara tersurat di dalam buku, setidaknya 95%). Jadi, seharusnya para mahasiswa mendapat nilai minimal B, ceteris paribus.

Seandainya asumsi pertama saya tersebut salah, masih ada fakta pendukung yang membuat perbaikan nilai seharusnya tidak diperlukan. PKP, di kelas saya, bisa dibilang merupakan salah satu mata kuliah dengan tugas terbanyak. Memang mata kuliah tersebut juga mencetak rekor “paling jarang dosen masuk”, bersaing ketat dengan Pengantar Akuntansi. Namun, apakah jarangnya dosen masuk tersebut bisa membuat sang dosen kemudian memutuskan untuk memberikan kami tugas perbaikan nilai? Bukankah seharusnya sang dosen yang mendapat tugas tersebut?

Juga, mata kuliah yang satu ini adalah mata kuliah yang paling banyak memaksa membuat saya maju untuk mempresentasikan hal-hal tidak berguna serta beromong kosong di depan khalayak yang tidak membawa jiwanya ke ruang kuliah di saat itu. Dengan kata lain, PKP cukup membuang waktu saya.

Yang membuat saya merasa heran, tugas yang diberikan pun bukan tugas main-main, membuat esai. Memang benar bahwa membuat esai hanyalah tugas biasa, tetapi ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam pembuatan esai tersebut. Salah satu syarat gila yang diajukan, harus menggunakan setidaknya tiga referensi. Halo? Siapa sih yang membawa pulang buku-buku macam itu pulang saat liburan? Bahkan, membawa pulang buku-buku saat liburan semester dilarang oleh pihak perpustakaan(kami memang tidak perlu membeli buku) dan akan dikenakan sanksi setidaknya IP Anda tidak muncul jika Anda nekat (kecuali beberapa manusia yang beruntung).

Ditambah lagi, saya tidak boleh melalaikan try out yang bagaimana pun sudah semakin dekat. Sebagai pembahas soal yang sampai saat ini belum memiliki naskah soalnya, saya layak khawatir.

Kesimpulannya, sekaligus nasihat kepada para pembaca, terutama mahasiswa STAN, jangan pernah berpikir bahwa kegilaan ini telah berakhir hanya karena Anda telah berhasil menyelesaikan tahun ajaran ini. Atau bahkan mungkin setelah lulus pun kegilaan ini belum akan berakhir?

unduh tugas PeKaPe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: