Oleh: bloksaya | April 17, 2010

Syubhat tentang Bid’ah #3

Notes:

Bismillahirrohmanirrohim. Tulisan ini tidak dibuat kecuali dengan niat mengharapkan kebaikan dari Alloh. Apabila terdapat kata-kata yang menyinggung pembaca, penulis meminta maaf. Sebaiknya, hilangkan segala asumsi sebelum Anda memulai membaca karena sebuah gelas tidak akan bisa diisi air bila telah terisi penuh. Gunakanlah hati Anda, hilangkan segala bentuk emosi dan buruk sangka. Mudah-mudahan Alloh memberikan hidayah kepada saya dan pembaca yang budiman.

Sekali lagi, atas pertolongan Alloh, kabut yang mereka buat mulai luntur. Namun, para pembela bid’ah tidak pernah menyerah dalam membela bid’ahnya. Mereka berusaha membuat kabut yang lain, yaitu dengan balik menuduh para pembela sunnah juga berbuat bid’ah. Jadi, jika dikatakan kepada mereka, misalnya,”Jangan melakukan kebiasaan memperingati 40 hari kematian, itu bid’ah,” mereka menjawab, “Kalian juga berbuat bid’ah, buktinya kalian beradzan menggunakan mikrofon, padahal adzan adalah ibadah,” atau kalimat-kalimat yang lain. Kini, sasaran kabut mereka bukanlah orang-orang awam. Sasaran mereka telah secara langsung ditujukan kepada mereka yang berusaha menjaga kemurnian agama ini. Dengan begini, akan muncul keraguan di hati para pembela sunnah dari kalangan penuntut ilmu.

Namun, Alloh selalu menolong hamba-hamba-Nya. Bangkitlah para ulama dengan kemampuan berpikir yang luar biasa. Mereka kemudian menjawab masalah ini.

Intinya, hal ini bukanlah termasuk bid’ah karena termasuk maslahah mursalah. Maksudnya, ada maslahat yang ingin dicapai dengan menggunakan mikrofon sebagai sarana adzan, yaitu agar terdengar ke segala penjuru yang luas. Tujuan ini (agar adzan didengar luas) telah ada sejak zaman Rosululloh. Buktinya, beliau memerintahkan muadzin untuk adzan di tempat yang tinggi. Bahkan, seandainya di zaman beliau telah ada mikrofon, beliau tentu akan memilih menggunakannya alih-alih menyuruh muadzin beradzan di tempat yang tinggi. Jadi, mikrofon hanyalah sarana, sedangkan inti dari ibadah tersebut (yaitu adzan) tidaklah tercampuri perkara baru (kecuali jika mungkin seseorang sengaja mengubah bacaan adzan). Bandingkan dengan orang yang adzan ketika menguburkan jenazah. Ini adalah bid’ah karena jelas tidak ada contohnya dan tidak ada tujuan yang bisa dicapai, bahkan hal ini telah mencapuri inti ibadah tersebut (adzan di satu sisi dan menguburkan jenazah di sisi lain) dengan hal yang baru. Jelas hal ini akan menodai kemurnian Islam dan termasuk dalam ancaman yang Rosululloh sebutkan.

Hal lain yang termasuk maslahah mursalah, misalnya pembukuan al-Qur’an. Bahkan pembukuan al-Qur’an sama sekali tidak terbantahkan mengenai keshohihannya karena ada faktor ijma’ shohabat di sana, sedangkan ijma’ shohabat adalah ma’shum (tetapi secara personal, shohabat tidak ma’shum karena mereka manusia biasa). Hal ini didasarkan dalil berupa hadits yang menjamin bahwa para shohabat tidak akan bersepakat (berijma’) dalam kebathilan.

Alhasil, atas izin Alloh, rapuhlah apa-apa yang pembela bid’ah itu bela, dan kokohlah agama ini di atas kebenaran sesuai janji-Nya. Namun, para pembela bid’ah tidak menyerah dan tidak akan pernah menyerah. Akan terus ada kabut-kabut baru yang mereka buat untuk melegalkan apa-apa yang telah jelas-jelas diharamkan oleh Alloh. Mudah-mudahan Alloh selalu memenangkan agama ini.

Penutup

Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa agama ini telah sempurna. Hendaknya, kita menjaga kemurnian agama ini, bukan malah menodainya.

Ibnu Abbas رضي الله عنه mengatakan bahwa Rosululloh berkhutbah pada hari nahar. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia! Hari apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Hari harom (suci).” Beliau bersabda, “Negeri apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Negeri harom (suci).” Beliau bersabda, “Bulan apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Bulan harom (suci).” Beliau bersabda, “Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah harom atasmu semua, sebagaimana kesucian hartamu ini, negerimu ini, dan bulanmu ini.” Kata-kata itu beliau ucapkan berulang-ulang. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda, “Ya Alloh, bukankah aku telah menyampaikan? Ya Alloh, bukankah aku telah menyampaikan?” Ibnu Abbas berkata, “Demi Alloh yang diriku dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya khutbah beliau itu merupakan wasiat bagi seluruh umatnya.” (Nabi meneruskan) sabdanya, “Oleh karena itu, hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir. Janganlah kamu menjadi kafir kembali (dalam satu riwayat: murtad) sesudahku, yaitu sebagian kamu memukul kuduk sebagian yang lain (kamu berkelahi sesamamu).” [shohih Bukhori]

Di sini, telah jelas bahwa Rosululloh telah menyampaikan semua yang harus beliau sampaikan. Tidak ada yang beliau tinggalkan sedikit pun. Perhatikan pula kalimat yang saya cetak tebal. Akankah kita yang mangaku umat beliau justru mengkhianati beliau? Tidakkah kita ingat betapa besarnya tantangan dari orang-orang yang dengki kepada beliau? Tidakkah pengorbanan beliau menyentuh hatimu? Tidakkah jelas di hatimu kecintaan beliau kepadamu? Sekali lagi saya tanyakan kepada engkau, akankah kita mengkhianati beliau, setelah segala yang telah beliau lakukan untuk kita?

Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah “Rosululloh telah memberi nasihat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rosululloh, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rosululloh bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup sepeninggalku niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rosyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan berpeganglah kamu dengan kepada sunnah-sunnah itu dengan kuat. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih]

Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat

wallohu a’lam


Responses

  1. tulisan elo udah kayak artikel di majalah

  2. dan seperti halnya artikel dalam majalah atau tulisan-tulisan manusia lainnya, tulisan ini tidak lepas dari kesalahan. kepada Alloh penulis memohon ampun, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.
    salam kenal mas anom (?)

  3. tahu gk waktu terjadi perang antara kaum muslim dengan non muslim ? (saya lupa nama perangnya) waktu itu banyak kaum muslim yang hafal al-quran meninggal di medan perang. kemudian umar bin khotob memberi saran kepada abu bakar untuk membukukan alquran, tetapi abu bakar menolak karena ketika rasulullah SAW. hidup tidak pernah memerintahkan seperti itu. akhirnya setelah perdebatan panjang a-lquran jadi dibukukan dan seperti yang kita baca sekarang ini, itulah bidah pertama yang ada di bumi ini.

    so, jika om menentang bidah, jadi om juga menentang kitab al-quran? terus klo mau baca al-quran gimana? iya klo jaman sahabat, begitu di bacakan langsung hapal, lah sekrang, satu juz aja jarang2…..

    terus masalah tahlil…..
    tahlil itu untuk mendoakan orang yang telah meninggal, coba om buka al-hasyr ayat 10. di situ di sebutkan:
    orang2 yang datang (lahir) kemudian mereka berkata, ya allah tuhan kami, ampunilah kami dan saudara2 kami yang telah mendahului kami dengan keimanan, dan janganlah engkau adakan dalam hati kami iri hati (dengki) terhadap orang2 yang beriman, ya tuhan kami, sungguh engkau amat kasihan dan penyayang

    sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya sampikan, tapi karena saya juga masih anak ingusan, hanya bermodal lewat pengajian di masjid dan di pondok, takutnya malah ada salah2 kata.😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: